Nada adalah erat kaitannya dengan frekuensi. Frekuensi menyuguhkan nada, namun anehnya keindahan musik bagi manusia ternyata terdapat kecocokkan dalam otak walau harus melewati batas - batas frekuensi yang di seleksi oleh telinga.
Nada Mayor, Nada Minor, dan nada-nada lain mengalun indah walu tidak patokan pada Do Re Mi atau nada mayor. Saya yakin sudah menjadi penelitian dari peneliti psikologi di Barat mengingat seakan tanpa ada batasan untuk melakukan penelitian. Seni Musik merupakan usaha manusia yang perlu diapresiasi juga. Bagaimana mengekstraksi frekuensi sehingga menghasilkan suatu karya musik dan ditopang dengan kemajuan teknologi audio menyajikan suara-suara yang menggetarkan gendang telinga dan menghipnotis manusia.
Nada Mayor dan Minor mengandung misteri tersendiri. Ketika bermain di nada minor memang identik dengan lagu sedih dan main di nada mayor identik dengan nada yang senang. Namun pada perkembangannya bisa berubah bahwa nada minor menjadi musik menghentak ketika tempo ditingkatkan dan dengan nada yang keras. Hal ini tentu sudah menjadi keahlian tukang musik atau audio dubbing atau audio sountrack dalam menempatkan nada apa untuk kejadian apa.
Jika ingin melihat lebih dekat dan analisa tercepat adalah ketika melihat sponsor/iklan-iklan di media Elektronik.
Apakah ini alamiah atau kalau saya lebih enaknya menyebutnya merupakan "proses panjang" dan nada minor lebih dahulu menempati kejadian-kejadian sedih dan oleh pemain dan pengarang lagu menjatuhkan pilihan nada tersebut ke peristiwa sedih.
Namun nada pergantina dari mayor ke minor seakan memberi sensasi sendiri. Sedih tapi gembira barangkali kata yang tepat.
Terus....untuk Blues, Jazz dan seterusnya tentu menarik lagi jika dibahas.
http://www.youtube.com/watch?v=PFzns8Go9KI
Friday The13th tentu sebuah film yang luar biasa di masanya yang mampu menghipnotis penontonnya dalam ketakutan-ketakutan. Entah mengapa di negara saya sewaktu itu (era Suharto) setiap malam jum'at menampilkan film ini. Ketika mendengar soundtrack diatas...saya rasa tidak mencerminkan nada yang menakutkan.
http://www.youtube.com/watch?v=P_ybpcu9FRQ
Tapi kalau nada yang ini.....bagi saya pribadi menakutkan (jangan lihat filmnya...karena tentu lucu seperti film2 horor Asia lainnya karena tentu efek visual lebih dikuasai oleh cinematografi Barat). Tentu....karena musik inilah yang selalu mengiringi film hantu di negara saya dan bukannya nada-nada klasik di Film2 negara Barat.
http://www.youtube.com/watch?v=KlBDGx8stR0
Anehnya di film horor ini bukanlah yang menakutkan melainkan nada yang melo....dan menjadikan vampire bukan lagi musuh semua melainkan ada yang baik dan dijadikan kawan dimana mereka memiliki perasaan tapi dalam tubuh mereka saja yang menuntut mereka untuk meminum darah. Tema yang diangkat saat ini adalah kisah cinta antara Vampire dan Manusia. Tentu di film ini memuat banyak sekali pesan, akan tetapi bukan kapasitas saya untuk menganalisa.
http://www.youtube.com/watch?v=MKuoJfR1yac
Lha yang aneh adalah di negeriku......saya yakin ada maksud yang sama. Namun antara soundtrack dan visualisasi dan ide cerita terlalu memaksakan dan gak sinkron lebih ke berbalut pornografi....ha ha ha....
Apa pengaruh musik terhadap manusia secara kejiwaan ? karena melihat bagaimana manusia berekspresi termasuk tari-tarian ketika adanya alunan musik adalah bukti nyata bahwa musik itu berpengaruh kepada manusia.
http://www.youtube.com/watch?v=kj7Z6U1Z_dg
Tidak ada komentar:
Posting Komentar